Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tugas dan Wewenang Wasit dan Hakim Garis Sepakbola

Wasit adalah orang yang mempunyai wewenang dalam mengambil keputusan dalam suatu pertandingan. Tugas utama dari seorang wasit adalah memimpin jalannya pertandingan supaya pertandingan berjalan sesuai dengan peraturan yang sudah di tetapkan dan di tentukan sebelumnya.

Dalam pertandingan sepakbola, jumlah wasit sepakbola  berjumlah 4 (empat) orang wasit. Dengan rincian 1 (satu) wasit utama, 2 (dua) garis dan 1 (satu) wasit cadangan. Keempat wasit tersebut memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang yang berbeda. Untuk lebih jelasnya simak uraian tentang perwasitan sepakbola berikut ini.

A. TUGAS DAN WEWENANG WASIT UTAMA, HAKIM GARIS DAN WASIT CADANGAN

Dalam memimpin suatu pertandingan wasit di bantu oleh 2 orang hakim garis dan 1 wasit cadangan. Tugas dan kewenangan yang di berikan kepada wasit yaitu di mulai setelah wasit memasuki lapangan. Berhasil atau tidaknya seorang wasit dalam memimpin suatu pertandingan sangat di tentukan juga oleh kedua penjaga garisnya.

Arah gerakan wasit utama adalah bergerak secara diagonal, sedangkan hakim garis bergerak lurus di setengah lapangan dan bersebrangan dengan wasit utama. Berikut adalah tugas dan wewenang wasit utama:

1. Wasit

Tugas seorang wasit sepakbola adalah:
  1. Menegakan dan menjalalankan peraturan
  2. Membuat putusan yang memihak pada tim yang di langgar
  3. Memberikan teguran dan peringatan untuk pemain yang membuat pelanggaran
  4. Membuat catatan jalannya pertandingan/permainan
  5. Memiliki kekuasaan yang tak terbatas untuk menghentikan permainan terhadap setiap pelanggaran
  6. Mengeluarkan setiap pemain dari lapangan permainan yang menurut pendapatnya bersalah karena berbuat kasar
  7. Memberi isyarat untuk memulai permainan setelah setiap penghentian
  8. Menentukan bola yang digunakan sesuai dengan peraturan

2. Hakim garis

Tugas dari kedua hakim gari sepakbola adalah:
  1. Membantu tugas wasit dengan berpegang teguh pada peraturan-peraturan yang berlaku
  2. Memberi isyarat pada wasit dalam hal-hal sebagai berikut
  3. Menentukan arah bola (Throw In, cornerKick, Goalkick
  4. Menentukan seorang pemain apakah terkena off-side atau tidak
  5. Memberikan pendapatnya mengenai permasalahan jika di minta oleh wasit

3. Wasit cadangan

  1. Mengganti wasit atau hakim garis bila ada yang berhalangan
  2. Mengurusi pergantian pemain
  3. Memberi isyarat pada wasit bila pertandingan telah selesai
  4. Melarang official regu masuk ke dalam lapangan

B. ISYARAT – ISYARAT WASIT DAN HAKIM GARIS 

a. Isyarat Wasit

Dalam memimpin pertandingan, Isyarat dari seorang wasit  dapat berupa bunyi peluit maupun gerakan tangan.

1. Bunyi Peluit

Bunyi peluit dari wasit ada 2 (dua) macam:
  1. Bunyi peluit 2 (dua) kali yaitu pendek di ikuti panjang. Di gunakan sebagai isyarat berikut:
  2. Agar pemain memasuki lapangan permainan
  3. Permainan pada babak pertama selesai
  4. Permainan pada babak kedua selesai
  5. Bunyi peluit panjang 1 (satu) kali, di gunakan sebagai isyarat berikut:
  6. Permainan dapat di mulai
  7. Penghentian permainan untuk sementara, karena kejadian – kejadian dalam permainan. Di antaranya:
  8. Terjadi pelanggaran atas peraturan permainan
  9. Bola keluar lapangan permainan
  10. Terjadi bola masuk ke gawang
  11. Ada pemain yang terluka berat
  12. Karena situasi (cuaca hujan, penonton)
2. Gerakan Tangan

Untuk memperjelas isyarat wasit berupa peluit, akan di ikuti gerakan tangan. Berikut adalah beberapa instruksi wasit pada saat memimpin jalannya pertandingan.
  • Mengangkat salah satu tangan lurus keatas berarti terjadi pelanggaran dengan hukuman tendangan bebas tidak langsung
  • Mengangkat kedua tangan sejajar di depan badan dengan telapak tangan menghadap ke bawah di lanjutkan menggerakan tangan masing – masing bersilangan  merupakan isyarat tidak terjadi pelanggaran
  • Kedua tangan menggantung sejajar di samping badan dengan telapak tangan menghadap ke depan, kemudian mengadakan gerakan ke depan seolah – olah mendorong ke depan. Isyarat ini bertujuan untuk meminta pemain mundur ke belakang.
  • Salah satu tangan menunjuk titik tengah, sebagai isyarat bola masuk gawang (terjadi gol dengan sah)
  • Salah satu tangan menunjuk ke satu tempat sedang yang lain menunjuk ke satu arah, sebagai isyarat menunjukan tempat terjadinya pelanggaran dan arah bola.
  • Pada permulaan permainan wasit mengangkat salah satu tangan ke arah hakim garis dan kepada para pemain sebagai isyarat yang bersangkutan siap karena pertandingan akan di mulai.

b. Isyarat Hakim Garis

Hakim garis menggunakan isyarat dengan bendera, yaitu mengangkat bendera lurus keatas. tujuannya untuk menarik perhatian atau memberi tahu kepada wasit untuk menghentikan permainan, bola ke luar lapangan ataupun ada kejadian – kejadian lain misalnya:
  • Kalau terjadi pelanggaran yang tidak di ketahui oleh wasit tetapi hakim garis melihatnya, bila bola keluar maka hakim garis mengangkat bendera. Setelah permainan di hentikan, hakim garis dengan menggunakan bendera menunjukan tempat terjadi pelanggaran serta regu mana yang berhak memainkan bola.
  • Bila bola keluar melewati garis gawang, jika terjadi tendangan gawang hakim garis menunjuk kearah gawang
  • Bila terjadi tendangan sudut, hakim garis menunjuk ke daerah tendangan sudut.
  • Bila bola keluar melewati garis samping, setelah hakim garis mengangkat bendera, kemudian menunjuk arah bola atau regu yang berhak melakukan lemparan ke dalam.

Itulah sekilas arikel tentang perwasitan sepakbola, jika di rasa bermanfaat share dan bagikan dengan yang lain. Untuk pertanyaan, sanggahan dan lain sebagainya silakan sampaikan di kolom komentar di bawah artikel ini, dengan menggunakan kata - kata yang sopan. Terima kasih, Penulis.