Macam - Macam Sistem Pertandingan Olahraga dan Tata Cara Pelaksanaannya

Secara umum kami ingin menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan beberapa sistem yang biasa digunakan didalam kegiatan keolahragaan. Oleh karena itu setelah dengan seksama mempelajari  hal ini, secara khusus Anda diharapkan dapat:
  • Dapat mengerti dan memahami tentang sistem pertandingan olahraga
  • Dapat menyebutkan kembali macam-macam sistem pertandingan olahraga
  • Dapat membuat macam-macam sistem pertandingan olahraga
  • Dapat menyelenggarakan pertandingan dengan bermacam-macam bentuk sistem pertandingan.

Beberapa pokok bahasan yang akan diuraikan dalam kesempatan ini meliputi beberapa sistem pertandingan yang secara umum digunakan, yaitu:
  1. Sistem Gugur
  2. Sistem Kompetisi
  3. Sistem Kombinasi

Dalam suatu penyelengaraan pertandingan di samping faktor administrasi dan organisasi, untuk menjamin pelaksanaan jalannya pertandingan atau perlombaan diperlukan adanya suatu tata cara yang dapat mengatur pertandingan atau perlombaan.

Untuk menentukan system pertandingan kita harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Waktu pertandingan,
  2. Biaya pertandingan,
  3. Jumlah peserta dan
  4. Penyediaan sarana dan prasarana.

Pada kegiatan pertandingan atau perlombaan olahraga, dikenal sistem-sistem pertandingan yaitu yang dapat memperlancar jalannya suatu pertandingan atau perlombaan sehingga mendapatkan pemenangnya.

Adapun sistem pertandingan yang sudah sering kita kenal adalah:
  1. Sistem gugur,
  2. Sistem kompetisi,
  3. Sistem kombinasi.

Untuk lebih jelasnya tentang sistem pertandingan olahraga berikut uraiannya:

1. Sistem Gugur

Sistem gugur adalah suatu sistem yang mengatur pelaksanaan pertandingan dimana peserta yang kalah tidak berhak mengikuti pertandingan selanjutnya. Pertandingan akan berakhir apabila pemenang tidak mempunyai lawan lagi untuk di lawan. Pemenang terakhir adalah juara 1 dan yang kalah adalah juara 2.


Keuntungan dari sistem gugur ini adalah;
  1. Dapat diikuti oleh banyak peserta
  2. Dapat menghemat waktu, biaya, dan petugas yang bertugas

Kerugian dari sistem gugur adalah:
  1. Peserta merasa kurang puas, karena sekali kalah langsung tidak dapat main kembali
  2. Pertandingan atau perlombaan biasanya dianggap kurang berkualitas, karena pemenang tidak bertanding dengan semua peserta lainnya.

Sistem gugur dapat dibagi menjadi:
  1. Sistem gugur tunggal murni
  2. Sistem gugur dengan bye
  3. Sistem gugur dengan seded (unggulan )
  4. Sistem gugur dengan sisipan
  5. Sistem Gugur Rangkap / ganda (double elimination)
  6. Sistem Consulation

Untuk lebih jelasnya simak pembahasanya berikut :

1. Sistem Gugur Tunggal Murni

Ketentuan sistem gugur tunggal murni adalah:
  1. Setiap peserta atau regu yang kalah tidak boleh main lagi
  2. Bagan pertandingan dengan bangun akar dari dua (badd) 4, 8, 16, ds
  3. Jumlah pertandingan adalah (n-1) untuk sampai juara I dan II
  4. Jumlah pertandingan sampai juara I, II, III, dan IV adalah n (sejumlah peserta)
  5. Untuk penempatan peserta adalah dengan diundi

2. Sistem Gugur Dengan Bye,

Dipergunakan apabila jumlah peserta atau regu kurang dari bangun akar dari dua (badd), sehingga bagannya dibuat menjadi bangun akar dari dua dahulu. Contohnya 6 regu menjadi 8 regu, 12 regu menjadi 16 regu, dst. Berikut rinciannya:
  • Untuk menempatkan bye pada bagan pertandingan adalah ditempatkan oleh panitia
  • Apabila bye ada dua, maka ditempatkan di atas dan dibawah pada bagan
  • Apabila bye lebih dari dua, maka penempaan bye adalah di atas, di bawah, ditengah bawah, ditengah atas dst. Setelah itu regu-regu yang lainnya diundi seperti biasa.

3. Sistem gugur dengan seeded (unggulan)

Sistem seeded dipakai untuk menghindari peserta atau regu yng kuat bertemu di babak pertama, sehinga pertandingan dibabak final tidak menarik lagi. Sistem seeded mengacu pada kejuaraan tahun sebelumnya yang menjadi juara. Tentu saja sebelumnya sistem seeded ini harus diberitahukan dahulu pada peserta yang lainnya. Setelah itu regu atau peserta lainnya diundi seperti pada sistem gugur murni Penempatan regu-regu seeded sama saja dengan penempatan sistem bye.

4. Sistem Gugur Dengan Sisipan

Pada sistem sisipan ini peserta atau regu lebih sedikit dari bangun akar dari dua (badd) dan kurang banyak dari bangun akar dari dua (badd) di atasnya.

Umpamanya jumlah peserta 10, dijadikan bagannya menjadi 8 dan atau 20 peserta dijadikan bagannya menjadi 16. (masin  - masing sisipannya adalah 2). Penempatan regu pada bagan sisipan, sama saja dengan cara penempatan bye atau regu seeded.

5. Sistem gugur rangkap / ganda (double elimination)

Pada sistem ini peserta atau tim di nyatakan gugur setelah peserta atau tim tersebut kalah 2 kali dalam pertandingan. Umumnya pertandingan ini jarang sekali di laksanakan di masyarakat

2.  Sistem Kompetisi

Sistem pertandingan olahraga yang kedua yang kita kenal adalah sistem kompetisi yang dapat dibagi menjadi :
  1. Sistem setengah kompetisi
  2. Sistem kompetisi penuh

Untuk lebih jelasnya berikut uraiannya :

1. Sistem setengah kompetisi

Sistem setengah kompetisi adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama hanya satu kali kecuali jika peserta tersebut bertemu kembali dibabak selanjutnya.

2. Sistem kompetisi penuh

Sistem kompetisi penuh adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama sebanyak dua kali yaitu dikandang dan tandang (home and away).

Keuntungan dari sistem kompetisi yaitu;
  • Setiap peserta mempunyai kesempatan akan saling berhadapan dengan peserta yang lainya
  • Peserta yang kualitasnya baik atau kemampuannya kuat akan benar-benar teruji untuk memungkinkan menjadi juara
  • Sistem pertandingan ini dapat digunakan sebagai ajang atau patokan untuk mengukur kemampuan pemain secara baik.

Kelemahan-kelemahan dari sistem pertandingan kompetisi;
  • Waktu pertandingan untuk pelaksanaan  relatif  panjang
  • Memerlukan peralatan, biaya, lapangan, dan tenaga serta sarana prasarana yang banyak.
  • Peserta yang lemah yang semula diramalkan tidak akan juara mempunyai kesempatan untuk menjadi juara dan tentunya hal ini akan menjadi beban panitia
  • Bagi peserta yang telah aman kedudukan dalam klasemennya dan jumlah nilainya bisa terjadi kasus main sabun / suap atau tidak bersungguh - sungguh

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam sistem kompetisi;
  • Jumlah peserta tidak boleh terlalu banyak
  • Apabila kualitas peserta dianggap berimbang atau rata
  • Apabila juara yang diperebutkan bersifat daerah atau nasional
  • Apabila ingin mengetahui rengking secara keseluruhan
  • Kondisi alam, biaya, lapangan, petugas pelaksana mencukupi

Rumus-rumus yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan dengan menggunakan sistem kompetisi.
  1. Jumlah pertandingan setiap peserta atau regu adalah: n – 1
  2. Jumlah ronde yang akan diadakan adalah: n – 1
  3. Jumlah pertandingan pada tiap ronde : ½ x n ( n – 1 )
  4. Untuk mengetahui jumlah pertandingan secara keseluruhan Rumusnya = ½ x n ( n – 1 )

Untuk menetukan juara dalam pertandingan olahraga dalam sistem kompetisi dapat dikategorikan berdasarkan cabang olahraganya yaitu;
  • Cabang olahraga yang ditentukan dengan kalah – menang
  • Cabang olahraga yang ada set kemenangannya dan yang ada set kekalahannya
  • Cabang olahraga yang ada hasilnya draw

Sedangkan untuk menentukan urutan juara dapat dilihat dari:
  •  Nilai terbanyak
  • Selisih gol antara memasukan dan kemasukan
  • Gol terbanyak
  • Adu finalty, diundi, dan play off

Dalam pelaksanaannya panitia penyelenggara setelah mendata seluruh peserta, maka langkah selanjutnya adalah:
  1. Membuat jadwal pertandingan untuk diketahui oleh seluruh peserta
  2. Mencatat hasil-hasil pertandingan dan diketahui oleh seluruh peserta
  3. Menyusun seluruh hasil pertandingan untuk menentukan juara

Membuat Jadwal Pertandingan

Dalam menyusun jadwal pertandingan untuk sistem ½ kompetisi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: cara satu (1) menetap dan cara dua (2) berkelana.

Contoh menyusun jadwal pertandingan dengan mempergunakan cara satu (1) menetap untuk cabang olahraga yang ditentukan kalah – menang, seperti: bola basket, hoki, dll

Diketahui peserta Kejuaraan bola basket antar Jurusan  sebagai berikut:

1. Prodi Penjaskesrek A,     2. Prodi Matematika A,    3. Prodi Bahasa A,  

4. Prodi Penjaskesrek B,     5. Prodi Matematika B,     6. Prodi Bahasa B

Jumlah pertandingan dengan enam (6) regu maka dapat diketahui:
  1. Jumlah pertandingan setiap regu adalah N-1 = 6 – 1 = 5
  2. Jumlah seluruhn pertandingan adalah ½ n x (n-1) = ½ 6 (5) = 3 x 5 = 15

Untuk menentukan jadwal pertandingan, terlebih dahulu panitia mengundi peserta untuk dapat menempati posisi no 1 sampai dengan no 6, selanjutnya baru dibuat jadwal pertandingan dengan cara satu ( 1 ) menetap adalah sebagai berikut:

1 – 2           1 – 4                         1 – 6               1 – 5               1 – 3

3 – 4           2 – 6                         4 – 5               6 – 3               5 – 2

5 – 6           3 – 5                         2 – 3               4 – 2               6 – 4

Contoh jadwal ½ kompetisi dengan

satu (1) menetap untuk peserta ganjil ( 5 )

1 – 2          1 – 4              1 – X               1 – 5               1 – 3

3 – 4          2 – X              4 – 5               X – 3               5 – 2

5 – X           3 – 5             2 – 3               4 – 2               X – 4

Kuncinya untuk satu (1) berkelana adalah no 1 selalu berada pada sisi sebelah kiri atas dan angka-angka diputar berlawanan dengan arah jarum jam.

Selanjutnya menentukan jadwal dengan system ½ kompetisi dengan cara 2 berkelana adalah sebagai berikut ( dengan jumlah peserta 6 regu ).

Contoh ½ kompetisi dengan 2 berkelana

1 – 2         1 – 4               4 – 2               4 – 6               6 – 2

3 – 4         3 – 6               1 – 6               1 – 5               4 – 5

5 - 6          2 – 5               3 – 5               2 – 3               1 – 3

Kuncinya adalah angka dua (2) pertama berada pada sudut kanan atas, kedua berada pada sudut kiri bawah (diagonal), ketiga berada pada sudut kanan atas, keempat berada pada sudut kiri bawah, kelima berada pada sudut kanan atas dan angka-angka diputar berlawanan dengan arah jarum jam.

Berikut ini akan dijelaskan contoh untuk pertandingan ½ kompetisi yang ditentukan oleh:
  1. Cabang olahraga yang ditentukan kalah – menang
  2. Penentuan urutan untuk cabang olahraga yang ada setnya
  3. Penentuan urutan untuk cabang olahraga yang ada hasilnya draw

Untuk menentukan urutan (rangking) sistem kompetisi penuh harus melihat:
  1. Nilai tertinggi
  2. Selisih gol terbaik
  3. Produktivitas gol terbaik
  4. Jumlah kemenangan dan
  5. Play off

3. Sistem Kombinasi

Setelah mengetahui sistem pertandingan gugur dan kompetisi, maka sebenarnya kedua sistem ini bisa dikombinasikan menjadi suatu sistem yang disebut sistem kombinasi. Sistem ini bisa diadakan oleh panitia penyelenggara pertandingan cabang olahraga. Sistem kombinasi ini menggabungkan dua sistem menjadi satu sistem dengan tujuan yaituuntuk lebih meningkatkan daya tarik kejuaraan yang diselenggarakan atau ada beberapa pertimbangan, yang tentu saja sebelumnya telah disepakati oleh pihak panitia penjelenggara dengan peserta.

Bentuk sistem kombinasi ini misalnya: untuk babak pendahuluan dengan mempergunakan sistem setengah kompetisi dan babak selanjutnya dengan sistem gugur atau dibalikkan. Adapun bagan, jadwal dan cara-cara menentukan kalah menang atau juaranya sesuai dengan cara-cara penentuan masing-masing dalam sistem pertandingan yang lain.

Rangkuman

Dalam suatu penyelengaraan pertandingan disamping faktor administrasi dan organisasi, juga diperlukan adanya suatu tata cara yang dapat mengatur pertandingan atau perlombaan. Untuk menentukan sistem pertandingan kita harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: waktu pertandingan, biaya pertandingan, jumlah peserta dan penyediaan sarana dan prasarana. Pada kegiatan pertandingan atau perlombaan olahraga, dikenal sistem-sistem pertandingan yaitu yang dapat memperlancar jalannya suatu pertandingan atau perlombaan sehingga mendapakan pemenangnya.

Adapun sistem pertandingan yang sudah sering kita kenal adalah: sistem gugur, sistem kompetisi, sistem kombinasi. Sistem gugur adalah: bertanding sekali kalah, tidak boleh main kembali, system kompetisi adalah: tiap-tiap regu atau peserta saling berhadapan satu sama yang lain satu kali (1/2 kompetisi) dan saling berhadapan satu sama yang lain dua kali (kompetisi penuh), sedangkan system kombinasi adalah: campuran antara system gugur dan system kompetisi.

Itulah tadi sekilas tentang administrasi pertandingan, organisasi pertandingan dan sistem pertandingan olahraga, semoga bermanfaat

Belum ada Komentar untuk "Macam - Macam Sistem Pertandingan Olahraga dan Tata Cara Pelaksanaannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel